Derbi Jawa Timur antara Arema FC dan Madura United pada pekan ke-15 Super League 2025/26 berakhir tanpa pemenang. Laga di Stadion Kanjuruhan menghadirkan duel terbuka, dua pemain mencetak brace, dan memperlihatkan persoalan konsistensi kedua tim di papan tengah klasemen.
Jalannya Pertandingan: Intensitas Tinggi Sejak Menit Awal
Pertandingan Arema FC kontra Madura United berlangsung dengan tempo tinggi sejak awal laga. Kedua tim bermain hati-hati pada 30 menit pertama, dengan fokus menjaga struktur pertahanan dan meminimalkan kesalahan sendiri. Arema mencoba mengontrol permainan melalui kombinasi lini tengah, sementara Madura United lebih mengandalkan transisi cepat dari sisi sayap.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-37. Serangan terorganisir Arema FC berbuah gol setelah Valdeci melakukan penetrasi dari sisi kanan dan mengirimkan umpan matang yang diselesaikan dengan baik oleh Iksan Lestaluhu. Gol tersebut memberi momentum bagi tuan rumah yang tampil lebih agresif setelah unggul.
Respons Cepat Madura United dan Peran Lulinha
Keunggulan Arema tidak bertahan lama. Menjelang turun minum, Madura United mampu menyamakan skor melalui Lulinha pada menit ke-43. Kapten Laskar Sape Kerap itu memanfaatkan bola liar hasil situasi sepak sudut dan melepaskan tendangan melengkung yang sulit dijangkau Lucas Frigeri.
Memasuki babak kedua, Lulinha kembali menunjukkan perannya sebagai pemain kunci Madura United. Pada menit ke-53, ia mencetak gol keduanya lewat penyelesaian tenang dari dalam kotak penalti, membalikkan keadaan dan memberi tekanan psikologis kepada Arema FC.
Iksan Lestaluhu Menjadi Penyelamat Arema FC
Arema FC merespons dengan meningkatkan intensitas serangan. Upaya tersebut membuahkan hasil pada menit ke-60 ketika Iksan Lestaluhu mencetak gol keduanya. Pemain berusia 22 tahun itu melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti yang gagal diantisipasi kiper Diky Indriyana, mengubah skor menjadi 2-2.
Setelah gol tersebut, pertandingan kembali berjalan terbuka. Kedua tim sama-sama memiliki peluang, namun penyelesaian akhir dan disiplin pertahanan membuat skor imbang bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Implikasi Hasil terhadap Klasemen
Hasil imbang ini memperpanjang catatan tanpa kemenangan Arema FC dalam lima laga kandang terakhir. Singo Edan kini berada di papan tengah klasemen dan masih harus bekerja keras untuk menjaga konsistensi performa, terutama saat bermain di kandang sendiri.
Di sisi lain, Madura United membawa pulang satu poin penting dari Kanjuruhan. Meski belum sepenuhnya stabil, performa Lulinha dan efektivitas serangan menjadi catatan positif yang bisa dikembangkan pada pekan-pekan berikutnya.
Susunan Pemain
Arema FC (4-3-3): Lucas Frigeri; Rifad Marasabessy, Odivan Koverich, Luiz Gustavo, Iksan Lestaluhu; Arkhan Fikri, Jayus Hariono, Matheus Blade; Valdeci, Dedik Setiawan, Salim Tuharea.
Pelatih: Marquinhos Santos.
Madura United (4-3-3): Diky Indriyana; Ferian Rizki, Jorge Mendonca, Pedro Monteiro, Roder Bonet; Jordy Wehrmann, Kerim Palic, Paulo Sitanggang; Ahmad Nudiandani, Lulinha, Joao Balotelli.
Untuk analisis lanjutan, kabar tim, dan perkembangan terbaru Super League 2025/26, pembaca dapat mengunjungi halaman berita kami.
Rekap skor, posisi klasemen, dan hasil pertandingan lengkap tersedia di halaman hasil pertandingan.