Pekan ke-15 Super League 2025/26 menghadirkan dua cerita kontras. Persijap Jepara akhirnya menghentikan rentetan kekalahan, sementara Malut United FC terus menjaga konsistensi di papan atas tanpa terburu-buru membicarakan peluang juara.
Persijap Jepara Hentikan Delapan Kekalahan Beruntun
Persijap Jepara akhirnya mencatatkan hasil positif setelah melalui periode sulit. Bermain di Stadion Gelora Bumi Kartini, Persijap menahan imbang PSIM Yogyakarta dengan skor 1-1, hasil yang sekaligus memutus catatan delapan kekalahan beruntun di Super League 2025/26.
Laskar Kalinyamat bahkan sempat berada di ambang kemenangan setelah unggul lebih dulu pada menit ke-51 melalui gol Adzikry Fadlillah. Dalam fase tersebut, Persijap tampil disiplin dan mampu menekan lawan dengan intensitas yang lebih baik dibandingkan laga-laga sebelumnya.
Namun, keunggulan tersebut sirna di masa injury time. PSIM berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-90+5 lewat Riyatno Abiyoso, memaksa Persijap harus puas dengan satu poin di kandang sendiri.
Divaldo Alves Melihat Momentum Kebangkitan
Meski gagal mengamankan kemenangan, pelatih Persijap, Divaldo Alves, menilai hasil imbang ini sebagai langkah penting untuk membangun kembali kepercayaan diri tim. Ia menyoroti semangat juang para pemain yang tampil agresif dan berani sejak menit awal.
Divaldo juga menekankan bahwa timnya sebenarnya memiliki beberapa peluang emas, terutama di babak pertama. Ia menyebut Sudi Abdallah sebagai salah satu pemain yang tampil menonjol dan mampu merepotkan pertahanan PSIM. Menurutnya, efektivitas penyelesaian akhir masih menjadi pekerjaan rumah yang harus dibenahi.
Pelatih asal Portugal itu menegaskan bahwa hasil ini merupakan fondasi awal untuk kebangkitan Persijap. Tambahan satu poin memang belum mengangkat Persijap dari papan bawah klasemen, namun secara psikologis menjadi titik balik setelah periode negatif yang panjang.
Malut United Jaga Konsistensi, Enggan Bicara Gelar Juara
Di sisi lain, Malut United FC terus menunjukkan konsistensi di papan atas Super League 2025/26. Kemenangan tipis 1-0 atas PSM Makassar di Stadion BJ Habibie menjadi bukti kematangan permainan Laskar Kie Raha dalam menghadapi tekanan laga besar.
Gol cepat David da Silva pada menit kedua babak pertama menjadi pembeda dalam pertandingan tersebut. Sejak gol itu, Malut United tampil disiplin dan mampu mengelola permainan meski berada di bawah tekanan pressing PSM Makassar.
Hendri Susilo Fokus Proses, Bukan Klasemen
Pelatih Malut United, Hendri Susilo, memilih untuk tetap rendah hati meski timnya kini bersaing di papan atas klasemen. Ia menegaskan bahwa fokus utama tim adalah menjaga konsistensi performa dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya, bukan membicarakan peluang juara terlalu dini.
Menurut Hendri, kompetisi Super League masih panjang dan setiap laga memiliki tingkat kesulitan tersendiri. Ia menilai kemenangan atas PSM diraih berkat kerja keras kolektif dan kemampuan tim dalam mengatasi tekanan dengan distribusi bola yang efektif di belakang garis pertahanan lawan.
Ujian berikutnya akan datang saat Malut United menjamu Borneo FC Samarinda. Laga tersebut dipandang sebagai tolok ukur penting untuk melihat sejauh mana stabilitas permainan Malut United dapat dipertahankan di paruh kedua musim.
Dua Jalur Berbeda dalam Persaingan Super League
Persijap Jepara dan Malut United FC saat ini berada di dua fase yang berbeda. Persijap berupaya bangkit dari tekanan papan bawah dengan membangun kembali kepercayaan diri, sementara Malut United berusaha menjaga konsistensi tanpa kehilangan fokus di tengah persaingan ketat papan atas.
Perkembangan kedua tim dalam beberapa pekan ke depan akan menjadi gambaran penting tentang daya tahan mental dan kualitas manajemen permainan di Super League 2025/26.
Untuk pembaruan terbaru, analisis tim, dan laporan pertandingan Super League, pembaca dapat mengunjungi halaman berita kami.
Sementara itu, rangkuman skor, posisi klasemen, dan hasil pertandingan lengkap tersedia di halaman hasil pertandingan.